SOPIR BUDIMAN

SOPIR BUDIMAN

Gati Andoko
14 Oktober
#SOPIRBUDIMAN

Jogya 1947

"Unggahne iki berase", perintah seorang ibu pemjual beras. Sang sopir segera mengangkat karung karung beras ke dalam bak mobil. Berangkatlah menuju pasar Kranggan. Duduk berdampingan ibu penjual beras dg sopir yang belum dikenalnya.
"Wis ndang didunke", perintah ibu penjual beras. Kembali sang sopir menjalankan perintah.
"Nyoh", si ibu menyerahkan uang kepada sang sopir.
"Sampun bu mboten sah", jawab sang sopir.
"Wis iki tak tambahi, biasane ya mung sakmono".
"Saestu bu...mboten sah estu", sang Sopir tetep menolak dan langsung masuk mobil, pergi.
"Wow dasar kemaki...ra butuh duit pa", gerutu ibu penjual beras kepada sang sopir yang menolak pemberiannya. Peristiwa tersebut terlihat seorang wartawan dan salah seorang polisi pasar. Berkatalah pak Polisi.
"Sampeyan ngerti pa bu piyayi iki mau?
"Wong kemaki...ra butuh duit", jawabnya dengan nada nggrundel.
Bu, piyayi iki mau Njeng Sultan sing anggadahi wit ringin kembar kae"
Ibu penjual beras itu PINGSAN seketika, begitu tau sopir tadi adalah Sri Sultan Hamengubuwono IX.
Sambah sungkem.


Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar