MENELUSURI
SENDANG MBENGKUNG
atau
PERTAPAAN MBENGKUNG
TEMPAT BERTAPA dan BERSEMEDI KANJENG SULTAN AGUNG HANYOKROKUSUMO
Kembali pada saat ini saya akan berbagi informasi tentang suatu tempat yang sampai sekarang diyakini sebagai salah satu dari sekian Petilasan RADEN MAS RANGSANG atau yang lebih familiar disebut sebagai KANJENG SULTAN AGUNG HANYOKROKUSUMO.
Tempat ini namanya PERTAPAAN MBENGKUNG atau sering ada yang menyebut SENDANG MBENGKUNG.
Lokasi sendang ini terletak di Dusun CEMPLUK, Kelurahan MANGUNAN, Kecamatan DLINGO, Kabupaten BANTUL, Provinsi DIJ.
Cerita singkatnya, dahulu Kanjeng Sultan Agung melakukan LELONO JAJAH DESA MILANG KORI NITIK SITI ARUM, yang jika dalam bahasa Indonesia inti artinya adalah berkelana dalam mencari tanah yang harum. Maksudnya mencari tanah yang harum yang akan digunakan sebagai lokasi pemakaman beliau ketika Beliau MANGKAT atau meninggal dunia.
Lokasi sendang ini pada era Sultan Agung masih berupa hutan lebat, sebetulnya masih sama dengan keadaan sekarang. Seperti nampak dalam foto foto yang seratakan dibawah. Masih banyak pohon pohon tinggi yang masih asri, sejuk suasananya, damai dan tenang.
Dulunya nama hutan ini ketika jaman Sultan Agung masih sugeng namanya adalah HUTAN TRI MANDALA GIRI. konon waktu itu hutan ini terkenal sangat wingit atau angker.
Cerita yang saya dapatkan dari sumber yang bisa dipercaya, Ketika Kanjeng Sultan Agung bersemedi dan bertapa di tempat ini beliau diganggu oleh roh jahat dan lelembut yang berupa atau berwujud BUTO GENI atau RAKSASA BERAPI.
Kemudian kalahnya atau perginya Bito Geni ini, menurut cerita disiram menggunakan air oleh Sultan Agung. Airnya diambil dari sendang ini.
Sendang Bengkung ini sendiri awalnya adalah sebuah sendang yang airnya keluar ketika Sultan Agung ingin menunaikan Ibadah Shalat di tempat itu, tetapi tidak menemukan sumber air yang digunakan buat Berwudu.
Maka ditancapkanlah sebuah tongkat yang dibawa oleh sultan Agung, kemudian setelah selang beberapa waktu dijabutlah tongkat itu dan dari lubang bekas tongkat itu keluarlah sumber mata air, dan sumber mata air inilah yang sekarang dinamakan SENDANG MBENGKUNG.
Sekarang kondisi sendangnya ditutup oleh pintu besi yang sangat tebal dan digembok. Seperti yang tertera dalam foto foto yang saya share dibawah.
Itu bangunan joglo kecil adalah tempat yang diyakini sebagai tempat duduk Sultan Agung.
Air dari Sendang ini lah yang digunakan untuk acara traditional yaitu NGURAS ENCEH atau GENTONG yang dilakukan di komplek Pemakaman Imogiri setiap bulan SURO hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon.
itulah ulasan singkat tentang SENDANG atau PERTAPAAN MBENGKUNG.
referensi : navigasi-budaya.jogjaprov. go.id
napaktilassultanagung.co. id
picture : dokumentasi pribadi
SENDANG MBENGKUNG
atau
PERTAPAAN MBENGKUNG
TEMPAT BERTAPA dan BERSEMEDI KANJENG SULTAN AGUNG HANYOKROKUSUMO
Kembali pada saat ini saya akan berbagi informasi tentang suatu tempat yang sampai sekarang diyakini sebagai salah satu dari sekian Petilasan RADEN MAS RANGSANG atau yang lebih familiar disebut sebagai KANJENG SULTAN AGUNG HANYOKROKUSUMO.
Tempat ini namanya PERTAPAAN MBENGKUNG atau sering ada yang menyebut SENDANG MBENGKUNG.
Lokasi sendang ini terletak di Dusun CEMPLUK, Kelurahan MANGUNAN, Kecamatan DLINGO, Kabupaten BANTUL, Provinsi DIJ.
Cerita singkatnya, dahulu Kanjeng Sultan Agung melakukan LELONO JAJAH DESA MILANG KORI NITIK SITI ARUM, yang jika dalam bahasa Indonesia inti artinya adalah berkelana dalam mencari tanah yang harum. Maksudnya mencari tanah yang harum yang akan digunakan sebagai lokasi pemakaman beliau ketika Beliau MANGKAT atau meninggal dunia.
Lokasi sendang ini pada era Sultan Agung masih berupa hutan lebat, sebetulnya masih sama dengan keadaan sekarang. Seperti nampak dalam foto foto yang seratakan dibawah. Masih banyak pohon pohon tinggi yang masih asri, sejuk suasananya, damai dan tenang.
Dulunya nama hutan ini ketika jaman Sultan Agung masih sugeng namanya adalah HUTAN TRI MANDALA GIRI. konon waktu itu hutan ini terkenal sangat wingit atau angker.
Cerita yang saya dapatkan dari sumber yang bisa dipercaya, Ketika Kanjeng Sultan Agung bersemedi dan bertapa di tempat ini beliau diganggu oleh roh jahat dan lelembut yang berupa atau berwujud BUTO GENI atau RAKSASA BERAPI.
Kemudian kalahnya atau perginya Bito Geni ini, menurut cerita disiram menggunakan air oleh Sultan Agung. Airnya diambil dari sendang ini.
Sendang Bengkung ini sendiri awalnya adalah sebuah sendang yang airnya keluar ketika Sultan Agung ingin menunaikan Ibadah Shalat di tempat itu, tetapi tidak menemukan sumber air yang digunakan buat Berwudu.
Maka ditancapkanlah sebuah tongkat yang dibawa oleh sultan Agung, kemudian setelah selang beberapa waktu dijabutlah tongkat itu dan dari lubang bekas tongkat itu keluarlah sumber mata air, dan sumber mata air inilah yang sekarang dinamakan SENDANG MBENGKUNG.
Sekarang kondisi sendangnya ditutup oleh pintu besi yang sangat tebal dan digembok. Seperti yang tertera dalam foto foto yang saya share dibawah.
Itu bangunan joglo kecil adalah tempat yang diyakini sebagai tempat duduk Sultan Agung.
Air dari Sendang ini lah yang digunakan untuk acara traditional yaitu NGURAS ENCEH atau GENTONG yang dilakukan di komplek Pemakaman Imogiri setiap bulan SURO hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon.
itulah ulasan singkat tentang SENDANG atau PERTAPAAN MBENGKUNG.
referensi : navigasi-budaya.jogjaprov. go.id
napaktilassultanagung.co. id
picture : dokumentasi pribadi











